Login

           | 
Assalamualaikum, Tamu
Please Login or Register.    Lupa Password?

Apakah Anda Korban Selanjutnya Akibat Facebook?
(1 lagi online) (1) Tamu
Go to bottomHal: 1
TOPIC: Apakah Anda Korban Selanjutnya Akibat Facebook?
#95
Apakah Anda Korban Selanjutnya Akibat Facebook? 6 Bulan, 3 Pekan lalu Karma: 3
Akibat pendidikan sekular = pemisahan agama dari kehidupan yang telah menjadikan agama dikebiri, dan nilai-nilai kebebasan diagungkan... hmmmm... tak akan lama kehancuran generasi datang... dan setelah generasi hancur tersebut, Allah pasti akan gantikan dengan generasi baru...

Ingat... internetisasi sekolah telah dipaksakan kepada siswa/siswi kelas sejak kelas 3 SMP, termasuk pemaksaan 'facebook', sementara pemerintah masih membiarkan kejahatan dan kerusakkan internet. Belum ada upaya menangkal kejahatan dari para perusak generasi melalui internet ini.

Bahkan, tak sedikit dari para 'pendidik' pun yang malah .... tidak memberikan contoh kepada anak didiknya...

Ini hampir sama dengan: pernikahan dini dilarang, sementara fakta-fakta yang menjurus kepada perzinahan dibiarkan

Semua kerusakkan ini, sekali lagi akibat sekularisme dan pengabaian terhadap aturan Allah Swt. niscaya, kehancuran generasi hanya menunggu waktu saja...


=========

Gara-Gara Facebook Dikeluarkan dari Sekolah

Tanjungpinang (ANTARA News) - Edy Trisno Arifin mengaku anaknya terpukul akibat dikeluarkan dari sekolah, setelah berkomentar di jejaring sosial "facebook" bersama tiga orang temannya yang dituduh menghina salah seorang guru.

"Anak saya sampai saat ini masih terpukul akibat kejadian itu," kata Edy di kediamannya Jalan Brigjend Katamso, Tanjungpinang, Sabtu.

Edy merupakan orang tua dari salah seorang siswa SMA 4 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menghina salah seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor.

Dia menuturkan, anaknya AN bersama tiga orang temannya MA, AR dan YK sudah berusaha meminta maaf kepada guru yang bersangkutan dan kepada pihak sekolah.

"Sampai tengah malam mereka dibantu teman-temannya berusaha mendatangi guru-guru di SMA 4 untuk meminta maaf, bahkan mereka mau bersimpuh di hadapan guru-guru tersebut meminta maaf dan menyatakan penyesalan, namun hanya sebagian guru yang bisa ditemui." ujarnya bersedih.

Yang lebih menyedihkan menurut dia, di saat dia dan istrinya melihat anak mereka hanya duduk di lantai depan kelas karena tidak diizinkan mengikuti pelajaran oleh wali kelas.

"Saya bersama ibu AN menangis di sekolah tersebut melihat anak saya tidak boleh belajar dan hanya duduk di depan teras ruang kelasnya," ujarnya sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.

"Kami juga kecewa kenapa pihak sekolah tidak memberikan sanksi lain selain dikembalikan kepada orang tua, bukan kami membenarkan tindakan anak kami, karena guru adalah orang tua siswa di sekolah," katanya.

Edy mengaku masih trauma mengingat kejadian yang menimpa anaknya tersebut, namun merasa bersyukur anaknya masih diterima di salah satu SMA negeri di Tanjungpinang.

"Kami merasa bersyukur masih diterima di sekolah lain, karena sebelumnya salah seorang teman AN sempat ditolak oleh sekolah itu karena sekolah tersebut sudah mendapat laporan dari SMA 4 kalau anak-anak kami melakukan perbuatan itu," ujarnya.

Edy mengaku anaknya tersebut juga aktif di sekolah dan pernah menjadi utusan sekolah mengikuti lomba "grafity" tingkat SMA di Kabupaten Bintan dan mendapat juara pertama.

"Dia juga tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Tanjungpinang tahun 2009," ujarnya.

Dia berharap, guru-guru di sekolah proaktif dalam memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai kerugian, bahaya maupun keuntungan dari jejaring sosial "facebook" tersebut, agar siswa dapat memahami.

"Sebagai orang tua di sekolah, hendaknya guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya maupun manfaat dari jejaring sosial "facebook" ataupun mengenai pengetahuan dalam mengakses "dunia maya" tersebut," harapnya.
(T.PK-NP/R009)

Sumber: Antara, 14 Februari 2010
dakwahanakmuda
Admin
Posts: 87
graph
User Offline Click here to see the profile of this user
Last Edit: 2010/02/17 18:12 By dakwahanakmuda.
The administrator has disabled public write access.
masa depan milik muslim!
 
#96
Re: Apakah Anda Korban Selanjutnya Akibat Facebook? 6 Bulan, 3 Pekan lalu Karma: 3
Berjejaring Sosial Itu Butuh Kedewasaan

Jakarta (ANTARA News) - Penculikan anak di bawah umur Marieta Nova Triani, tersebarnya foto bugil seorang siswi satu SMA di Mataram, prostitusi gelap yang melibatkan anak di Surabaya, dan sejumlah sisi gelap lainnya, telah membangkitkan kekhawatiran massa terhadap jejaring sosial dan perkembangan eksplosif teknologi berbasis internet.

Masyarakat dibuatnya ada dalam dilemma, antara kebutuhan untuk bercengkerama dengan sesama dan kengerian terhadap invasi sisi buruk berjejaring terhadap tatanan sosial, terutama pada anak dan remaja yang paling mengakrabi teknologi berbasis internet, sekaligus calon korban yang paling membutuhkan perlindungan.

Jejaring sosial memang mengambil peran sentral pada banyak tumbuhnya kesadaran sosial, seperti kisah dua pimpinan KPK, Bibit S. Riyanto dan Chandra M. Hamzah, dan ibu muda Prita Mulyasari yang paling merasakan kontribusi hebat jejaring sosial dalam membantu melepaskan diri dari bekap perlakuan tidak benar dan tidak adil.

Tetapi, seperti disebut di paragraf awal, jejaring sosial dan komunikasi inovatif berbasis internet telah pula menampilkan sisi gelapnya, yang kerap menjadi media sekaligus instrumen untuk tindakan-tindakan kriminal.

Inilah yang menjadi salah satu tema polemik paling gres di masyarakat kini. Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi?

Bukan teknologi

Kepada ANTARA News, Edmond Makarim, dosen Hukum Telematika, Universitas Indonesia, mengungkapkan mengapa semua itu terjadi, sementara pakar telematika kampiun Onno W. Purbo menawarkan cara bagaimana seharusnya masyarakat bisa mencampakkan sisi gelap jejaring sosial.

Tetapi yang pasti, Edmon menandaskan, bukan Facebook, Twitter, Myspace atau jejaring sosial lainnya, yang menjadi fokus masalah dalam polemik itu.

Semua kenegatifan itu justru menyeruak untuk kemudian menciptakan masalah, karena orang-orang Indonesia belum menjadi "masyarakakat informasi."

Edmond, peneliti senior lembaga kajian hukum teknologi Fakultas Hukum, Universitas Indonesai, menggambarkan "masyarakat informasi" sebagai masyarakat yang matang dalam menghadapi teknologi informasi.

Tapi, alih-alih bersesuaian dengan kematangan itu, penerapan teknologi informasi di Indonesia tidak diimbangi oleh tingkat pendidikan masyarakat, klaim Edmon.

Kepribadian ganda

"Sekalipun sudah berpendidikan, tidak banyak orang yang punya nilai-nilai moral dan etika yang cukup sehingga jejaring sosial masih sering disalahgunakan," begitu Desmond berasumsi.

Misalnya adalah lumrah di Indonesia, tetapi ini jarang terjadi di negara maju, jika seseorang mempunyai akun Facebook lebih dari satu. Edmond menyebut orang-orang seperti ini dengan "berkepribadian ganda".

Identitas ganda itu kemudian dimanfaatkan untuk melanggar hukum, lalu dengan gampangnya lari dari tanggung jawab karena identitas asli mereka susah dilacak.

Salah melihat

Hal itu terjadi karena orang-orang pada umumnya melihat Internet sebagai sebuah dunia yang terpisah dari dunia nyata. Padahal, tidak sama sekali!

Apa yang terjadi di Internet sebenarnya adalah refleksi kehidupan di dunia nyata, kata Mohammad Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII).

Jadi, tidak ada yang salah pada teknologi. Yang salah adalah cara kita melihat teknologi itu.

Bagaimana mencegahnya?

Keluarga adalah pertahanan terkuat dalam menghadapi pengaruh buruk jejaring sosial, tegas Onno W. Purbo, dalam korespondensi elektroniknya dengan ANTARA News.

Komunikasi terbuka antara orang tua dengan anak, kata Onno, adalah kunci mengatasi dampak negatif jejaring sosial.

Onno melanjutkan, keluarga yang matang seharusnya mempersiapkan anak sebelum mengakses internet atau jejaring sosial.

"Orangtua harus bisa mengenali kapan seorang anak pantas mengakses internet," sambung Edmond Makarim.

Dia menganalogikan "izin berselancar di internet" kepada anak, dengan anak ingusan yang disuruh mengendarai sepeda motor. "Pasti jatuh." (*)

editor: jafar sidik

Sumber: Antara, 17 februari 2010
dakwahanakmuda
Admin
Posts: 87
graph
User Offline Click here to see the profile of this user
The administrator has disabled public write access.
masa depan milik muslim!
 
#99
Re: Apakah Anda Korban Selanjutnya Akibat Facebook? 6 Bulan, 3 Pekan lalu Karma: 0
Liberalisme dan sekularisme adalah biangkerok dari kerusakkan anak muda hari ini... internet di buka lebar... anak-anak diajarkan ham, sekularisme, dan kebebasan, agama ditinggalkan...

sehingga tak aneh bila dikatakan
selamat datang generasi neraka
blackman
Fresh Boarder
Posts: 15
graphgraph
User Offline Click here to see the profile of this user
The administrator has disabled public write access.
 
Go to topHal: 1
News image

Walpaper Idul Fitri 1431 H Khas Muslimuda

Segenap Keluarga Besar MUSLIMUDA mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H, Taqaballahu minnaa wa minkum, Mohon Maaf... Read more

News image

[foto] IST 2010: Menjadi Remaja Idaman Surga

  "Siapa kita? Muslim!! Siapa Kita? Muslim!!" Serempak para pelajar perwakilan beberapa sekolah menjawab identitas mereka sebagai Muslim... Read more

News image

Para Pelajar Kembali Bicara: From Ramadhan With Love

Para pelajar dan anak muda Majalengka kembali berkumpul dan berbicara. Menjelang sepuluh terakhir Ramadhan, tak disia-siakan oleh para... Read more

News image

Corat-Coret: Budaya Sampah!!!

Sobat muda, hari-hari yang menegangkan itu pun  tiba. Bukan deg-degan lagi, tetapi sudah hip hip hura atawa hip... Read more

News image

Dag, Dig, Dug...!!

Buletin MusliMudA Edisi 04/Th.0I/Maret 2010 M - Rabiul Akhir 1431 HHalo sobat, kita mo kasih kuiz nih, spesial... Read more

News image

Welcome the New REAL AVATAR!

Buletin Muslimuda Edisi 03/Th.01/Maret2010-Rabiul Awal 1431 H - "Air,  Api, Tanah, dan Udara, dahulu keempat negara hidup dengan... Read more

News image

Where Are The Real Heroes?

Setiap ada para penjahat, pastilah ada kejahatan. Setiap ada kejahatan, pastilah ada para pahlawan. Ada Joker, pasti ada kerusakkan dan pembunuhan.... Read more

News image

What's Your Purpose?

Apa sih tujuan kamu? Pertanyaan sederhana ini, mungkin sebagian orang menganggap sepele, tetapi pertanyaan ini amatlah mendasar.  Boleh aja kamu iseng-iseng... Read more

News image

Keutamaan Sahabat

Dari Abu Sa'id al-Khudri, Rasulullah saw bersabda: Akan datang suatu masa kepada manusia, dimana sekelompok orang berangkat berperang lalu ditanyakan: “Adakah... Read more